Posted on April 27th, 2008 at 6:39 pm by nonamaniez
Berhubungan dengan green marketing, kawan saya bersama saya mencoba menuliskannya ke dalam bentuk sebuah karya tulis, dalam rangka lomba KKTM (karya tulis mahasiswa) di universitas Bengkulu(almamater kami tercinta)…
Green marketing ini merupakan topik yang sedang hangat-hangatnya..tapi sayangnya kami kekurangan bahan kajian pustakanya. Bisa dibilang masih sangat minim sekali buku2 yang membahas ttg green marketing..Padahal penulisan karya tulis itu seharusnya berdasarkan sebuah buku bukan banyak mengandalkan jurnal-jurnal research…
bisa Saya copy kan latar belakang penulisan karya tulis kami dengan judul… “Green Marketing Dalam Upaya Peningkatan Environment Conciousness“.
Pertumbuhan dunia industri yang semakin pesat ternyata membawa permasalahan sosial dan lingkungan hidup. Manusia sebagai subjek dalam pemanfaatan sumber daya alam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk suatu masyarakat yang bersahabat dengan lingkungan (environmentally friendly), dan masyarakat dituntut memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian alam dan lingkungan serta menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini.
Sejak era 80-an, permasalahan lingkungan mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat dunia, khususnya isu-isu yang berhubungan dengan kerusakan-kerusakan lingkungan yang hampir terjadi di seluruh belahan dunia (Davies, 1995). Beberapa contoh kerusakan lingkungan antara lain lapisan ozon yang rusak, suhu bumi dan permukaan laut yang meningkat, perubahan cuaca secara global, peningkatan curah hujan, luas areal hutan yang semakin berkurang, keanekaragaman hayati yang menuju kepunahan, pencemaran air, tanah dan udara yang semakin meluas (http://www.sabhawana.com).
Konferensi internasional perubahan iklim yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007, menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai masalah lingkungan. Konferensi ini diikuti oleh 189 negara anggota PBB yang peduli terhadap lingkungan hidup.
Rekomendasi yang dicapai dari konferensi tersebut adalah peningkatan peran serta media, pemerintah, dunia industri dan masyarakat untuk meningkatkan kelestarian lingkungan. Media massa dan forum diskusi berperan sebagai penyampai pesan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami dan memperhatikan dampak aktifitasnya, baik produksi maupun konsumsi bagi kelestarian lingkungan. Pemerintah dapat berperan dalam menentukan regulasi yang berkaitan dengan standar produksi dan proses industri yang ramah lingkungan. Pelaku industri dalam hal memproduksi tidak hanya melihat dari segi keuntungan ekonomi saja, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, karena salah satu penyebab masalah-masalah lingkungan yang terjadi saat ini adalah masalah yang berkaitan dengan persoalan produksi barang dan jasa yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kesadaran tentang pelestarian, keamanan dan keramahan lingkungan yang meningkat, membuat masyarakat yang bertindak sebagai konsumen yang sebelumnya dalam mengkonsumsi produk tidak memikirkan dampaknya bagi lingkungan, mulai mengalami pergeseran dengan mengkonsumsi produk yang lebih memperhatikan lingkungan. Hal ini disebabkan karena mayoritas konsumen menyadari bahwa perilaku pembelian mereka secara langsung berpengaruh pada berbagai permasalahan lingkungan. Konsumen beradaptasi pada situasi itu dengan mempertimbangkan isu lingkungan ketika berbelanja dan melalui perilaku pembelian mereka (Laroche et al, 2001).
Berkaitan dengan pergeseran perilaku pembelian konsumen, hal ini mengimplikasikan bahwa saat ini konsumen tidak hanya membutuhkan produk yang akan dikonsumsi semata, melainkan mereka juga mempertanyakan bagaimana proses produksinya, dampak saat dikonsumsi dan setelah dikonsumsi terhadap lingkungan.